Contoh Format Penilaian Formatif dan Sumatif

Katulis – Halo sobat katulis, pada tulisan perdana ini saya akan share informasi tentang Contoh Format Penilaian Formatif dan Sumatif. Sebelum Anda mengunduh contoh formatnya, ada baiknya saya sampaikan dulu sedikit ulasan untuk pemahaman penilaian formatif dan sumatif ini. Yuk kita simak bersama…

Pengertian Penilaian Formatif dan Sumatif

Penting juga untuk diketahui bahwa istilah “evaluasi formatif” berasal dari kata “bentuk”, yang dapat diterjemahkan sebagai bentuk. Evaluasi Formatif (Formative Test) adalah tes hasil belajar dimana evaluasi tersebut bertujuan untuk dapat mengetahui seberapa besar siswa telah terbentuk (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti suatu proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.

Penilaian formatif, dengan demikian, adalah gaya evaluasi yang digunakan di tengah program pengajaran dan memiliki fungsi untuk memonitor (memantau), di mana dimungkinkan untuk menentukan keterbukaan siswa terhadap pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari mereka di lingkungan sekolah. proses kegiatan belajar mengajar dalam rangka memberikan umpan balik baik kepada siswa maupun guru.

Penilaian formatif sering digunakan di sekolah untuk fokus pada materi pelajaran yang akan disampaikan oleh seorang guru. Jika ada bagian dari penilaian formatif yang tidak dikuasai, lebih baik mengulang pelajaran sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya. Kemudian lanjutkan ke mata pelajaran baru, mengulangi atau menyatakan kembali konsep-konsep yang masih belum dipahami atau dipahami siswa. Oleh karena itu, tujuan evaluasi formatif adalah untuk meningkatkan penguasaan mata pelajaran siswa sekaligus meningkatkan proses pembelajaran. Istilah formatif juga dapat merujuk pada evaluasi yang dilakukan pada akhir suatu program belajar mengajar untuk menentukan seberapa berhasil proses belajar mengajar.

Penilaian Sumatif adalah penilaian yang diberikan pada akhir tahun atau program, atau lebih tepatnya, penilaian yang diberikan pada akhir semester setelah akhir tahun. Akibatnya, tujuan penilaian adalah untuk menentukan hasil yang telah dicapai siswa, yaitu seberapa baik mereka telah mempelajari tujuan kurikulum. Penilaian ini juga berfokus pada evaluasi berorientasi produk daripada evaluasi proses. Namun, mengingat bahwa tidak ada kesepakatan bagi guru untuk mengatasi kesalahan siswa sepanjang semester, hasil tes sumatif tampaknya menjadi keputusan akhir. Penyesuaian baru dapat dilakukan pada tahun berikutnya atau hanya informasi baru untuk semester setelah itu.

Advertisement

Manfaat Tes Sumatif dan Formatif

keuntungan evaluasi sumatif dan formatif Evaluasi sumatif dan evaluasi secara umum memberikan beberapa keuntungan bagi siswa, guru, dan program itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa keunggulan tersebut, sebagaimana tercantum dalam teks tentang dasar-dasar evaluasi pendidikan:

Keuntungan bagi Siswa.

Advertisement

1) Digunakan untuk menentukan apakah siswa telah menilai secara kritis materi program.

2) Memberikan penguatan kepada siswa. Siswa merasa seolah-olah telah menerima “anggukan” dari guru karena mereka tahu bahwa apa yang telah dilakukan telah menghasilkan nilai yang tinggi seperti yang diharapkan. Ini adalah pesan bahwa apa yang mereka ketahui adalah informasi yang akurat. Dengan demikian informasi akan lebih mudah diingat. Selain itu, indikator keberhasilan pelajaran dapat memacu siswa untuk bekerja lebih keras di kelas sehingga mereka dapat mempertahankan posisi akademis mereka saat ini atau meningkatkannya.

3) Upaya perbaikan menggunakan umpan yang didapat setelah pengujian. Siswa menyadari kekurangannya. Bahkan siswa mengetahui bab atau bagian pelajaran yang belum mereka kuasai.

4) Siswa dapat melihat dengan jelas bagaimana topik pelajaran masih menantang karena mereka mempelajarinya sebagai hasil tes formatif.

Manfaat Bagi Guru

Dengan mengetahui hasil penilaian formatif yang diadakan, guru:

1) Mengetahui tingkat penerimaan siswa terhadap materi pelajaran. Ini akan menentukan apakah guru harus memodifikasi metode penjelasan mereka (strategi mengajar) atau apakah mereka dapat melanjutkan menggunakan metode sebelumnya (strategi).

2) Menyadari isi pelajaran yang tidak diperuntukkan bagi siswa. Jika bagian pelajaran yang belum dipahami menjadi syarat untuk bagian pelajaran yang lain, maka harus dijelaskan kembali, dan mungkin diperlukan metode atau media lain untuk memperjelasnya. Jika mata kuliah ini tidak dicakup lagi, maka akan mengganggu penyampaian materi pelajaran berikutnya dan menghambat kemampuan siswa untuk memahaminya.

3) Memiliki kemampuan untuk meramalkan apakah setiap program akan berhasil atau menjadi bencana.

Manfaat Program Hasil tes diperoleh. Dari temuan tersebut terlihat jelas bahwa:

1) Apakah program yang ditawarkan sesuai dalam arti sesuai dengan kemampuan anak?

2) Apakah perangkat lunak membutuhkan keahlian yang belum dianggap sebagai prasyarat?

3) Apakah diperlukan peralatan, sumber daya, dan infrastruktur untuk meningkatkan hasil yang diinginkan.

4) Apakah teknik, strategi, dan instrumen penilaian yang digunakan sudah tepat?

Download Contoh Format Penilaian Formatif dan Sumatif

Setelah menyimak pengertian dan mengetahui perbedaannya, maka pada bagian ini saya melampirkan contoh format yang bisa Anda gunakan sesuai jenis tesnya. Silahkan langsung download saja filenya melalui tautan di bawah berikut ini:

Baca juga: Contoh format laporan pembelajaran daring

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai Contoh Format Penilaian Formatif dan Sumatif, semoga dapat menjadi salah satu referensi terbaik bagi semua teman-teman Guru seluruh Nusantara.

Comments are closed.