Bagaimana Proses Terjadinya Hujan (Kelas 3 SD)

Proses Terjadinya Hujan Kelas 3 SD – Hujan adalah fenomena yang terjadi ketika uap air mengembun menjadi tetesan cairan dan jatuh ke tanah. Tetesan hujan terbentuk dari udara jenuh, itulah sebabnya mengapa awan sangat penting – awan berfungsi sebagai sumber kelembapan untuk tetesan hujan. Tetesan hujan juga terdiri dari uap air yang telah terkondensasi menjadi air cair di permukaan atau di awan. Tetesan air hujan dapat tumbuh lebih besar jika mereka mengumpulkan cukup banyak tetesan lain untuk meningkatkan diameternya, tetapi mereka juga bisa menjadi lebih kecil jika mereka kehilangan cukup uap air untuk mengecilkan ukurannya.

Urutan Terjadinya Hujan

Perubahan bentuk menyebabkan turunnya hujan. Air menutupi sebagian dari permukaan bumi. Ada sungai, danau, kolam, dan lautan yang berisi air. Panasnya matahari menyebabkan air di permukaan bumi menguap. Air yang menguap akan mengembun sebagai awan. Tetesan air akan terbentuk saat awan mengembun. Tetesan air kemudian menyentuh tanah. Hujan adalah sebutan untuk ini.

Urutan Proses Terjadinya Hujan

Hujan terjadi ketika awan melintas di atas badan air, menyebabkan air mengembun menjadi cairan. Udara di atas awan itu sejuk dan lembab relatif terhadap udara di sekitarnya, yang berarti bahwa awan dapat menampung lebih banyak air daripada yang dapat dilepaskan oleh penguapan dari permukaan badan air. Ketika udara yang didinginkan dan lembab ini bergerak di atas permukaan air, ia mengembun menjadi tetesan.

Hujan terjadi ketika uap air di udara mengembun, yang memungkinkannya mengalir turun dari awan. Uap air berasal dari permukaan lautan dan dibawa ke atmosfer oleh angin. Setelah mengembun, uap air itu jatuh sebagai hujan.

Advertisement

proses terjadinya hujan

Proses Terjadinya Hujan Kelas 3 SD. Hujan terjadi apabila awan dipenuhi uap air. Hal ini bisa terjadi dalam dua cara:

3. Ketika suhu awan naik, kandungan airnya meningkat, menyebabkan awan mengembang dan menjadi lebih terlihat sebagai awan. Proses ini disebut kondensasi.

Advertisement

2. Ketika uap air mencapai puncak awan, uap air membeku menjadi kristal es dan jatuh ke tanah sebagai hujan. Proses ini disebut presipitasi.

1. Maka terjadilah hujan.

Curah hujan terjadi ketika udara lembab yang hangat didorong ke atmosfer. Jika ada kelembaban dan faktor pendukung lainnya (seperti panas dan angin), uap air mengembun menjadi tetesan cairan. Proses ini dikenal sebagai presipitasi. Setelah cukup banyak air yang terakumulasi, air akan jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan atau salju.

Itulah Proses Terjadinya Hujan yang ada pada materi Kelas 3 SD, semoga adik-adik jadi tahu dan lebih memahaminya lagi.

Proses hujan adalah bagian penting dari siklus hidrologi, yaitu perjalanan air dari lautan ke atmosfer dan kembali lagi. Ketika air menyerap energi dari matahari, air menjadi hangat. Saat naik di atmosfer, sebagian air hangat itu menguap dan kembali ke atmosfer. Air yang dingin kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai hujan. Proses turunnya hujan penting untuk semua jenis organisme. Hal ini terjadi di ekosistem lautan, ekosistem gurun, dan setiap ekosistem lainnya di Bumi.

Kesimpulan:

Kita semua mungkin pernah mendengar penjelasan umum bahwa air menguap dari lautan, naik ke awan dan turun kembali sebagai hujan. Meskipun hal ini pasti terjadi, namun ini bukanlah penjelasan yang sangat baik tentang apa yang terjadi dengan pola cuaca kita. Yang benar adalah bahwa air bergerak melalui atmosfer dalam berbagai cara, mempengaruhi segala macam proses cuaca yang berbeda. Setiap hari, kita harus memahami cara kerjanya untuk memprediksi cuaca dan menjaga diri kita tetap aman ketika kita menjelajah alam. Tetapi, bagaimana hal ini terjadi? Apa yang membuat air menguap? Dan bagaimana air itu turun sebagai hujan?

Hujan adalah presipitasi yang jatuh ke bumi dalam bentuk tetesan cairan. Hal ini disebabkan oleh kondensasi uap air, dan perlu dicatat bahwa hujan hanya salah satu bentuk presipitasi, ini juga termasuk bentuk lain seperti salju di pegunungan, atau hujan es.

Hujan hanyalah uap air yang lebih dingin, naik dalam bentuk awan, berkondensasi menjadi molekul air yang tidak menguap, dan kemudian jatuh kembali ke tanah. Jumlah curah hujan tergantung pada jumlah penguapan, yang cukup konstan karena tergantung pada iklim.

Lihat juga materi lainnya di: Buku K13 Kelas 3 Semester 1 dan 2 Revisi Terbaru

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.