Advertisement

Cara Menghitung KKM dalam Penilaian K13

Katulis.com – Sudahkan anda mengetahui Cara Menghitung KKM dalam Penilaian K13 ? Jika belum berarti anda berada di halaman yang tepat.

Kriteria Ketuntasan Minimal atau yang sering disebut KKM adalah kriteria kelengkapan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dan mengacu pada standar kompetensi kelulusan. KKM didirikan pada awal tahun sekolah oleh unit pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di unit pendidikan.

Terdapat 3 aspek yang perlu dipertimbangkan oleh Guru dalam menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal, diantaranya yaitu:

  1. karakteristik siswa
  2. karakteristik mata pelajaran
  3. kondisi unit pendidikan.

Karakteristik siswa atau aspek asupan dapat diidentifikasi dari hasil tes di tingkat sebelumnya, hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, atau nilai rapor pada tahap terakhir. Karakteristik subjek adalah kompleksitas kompetensi dasar (KD). Selain itu juga ada hal yang harus diperhatikan seperti:

  • kondisi satuan pendidikan terkait dengan ketersediaan guru
  • kesesuaian latar belakang guru
  • kompetensi guru

Inilah Cara Menghitung KKM dalam Penilaian K13

Cara menentukan Kurikulum KKM 2013 harus melewati jalur yang cukup banyak. unit pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya harus bersama-sama merumuskannya. Berhubung KKM dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan proses pembelajaran maka KKM ini bisa dinyatakan bersifat dinamis.

Penentuan KKM untuk materi pelajaran berada di bawah wewenang guru. Penting dan perlu diperhatikan sebelum ditentukan, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) harus disetujui di tingkat satuan pendidikan yang telah diputuskan melalui rapat dewan guru.

Dalam penentuannya, KKM dapat dibuat berbeda untuk masing-masing MAPEL (mata pelajaran), meskipun sebenarnya bisa juga dibuat sama rata untuk semua mata pelajaran, namun Guru di satuan Lembaga Pendidikan harus mempertimbangkan panjang interval setiap mata pelajaran.

Misalnya, untuk konten pelajaran dengan KKM 80, predikat C (Cukup) dimulai dengan angka 80. Namun, jika KKM 60, predikat C (Cukup) harus dimulai dengan angka 60.

Penghitungan yang berbeda ini juga akan memiliki implikasi ketika guru melengkapi kartu laporan.

Sebaliknya, jika KKM untuk semua mata pelajaran adalah sama, menentukan interval predikat akan lebih sederhana.

Dalam hal ini, KKM dari mata pelajaran terendah akan menjadi KKM dari unit pendidikan. Tidak hanya itu, format dan metode pengisian rapor akan lebih mudah.

Prosedur untuk Menentukan Kurikulum KKM 2013

  1. Dalam menentukan KKM dalam setiap mata pelajaran adalah menghitung jumlah kompetensi dasar dalam setiap mata pelajaran yang dibebankan ke setiap kelas dalam satu tahun akademik.
  2. Tentukanlah komponen yang termasuk dalam aspek kompleksitas, asupan, serta tenaga pendidik dan daya dukung.
  3. Tentukan nilai untuk setiap aspek pada skala dari 0-100.
  4. Tentukan skor masing-masing aspek dengan rumus skor yang diperoleh dikalikan dengan skor maksimum dibagi 100.
  5. Tentukanlah KKM di setiap kompetensi dasar dengan rumus untuk jumlah total setiap aspek dibagi dengan jumlah total aspek.
  6. Tentukan KKM dari setiap konten pelajaran dengan rumus jumlah total KKM per kompetensi dasar dibagi dengan jumlah total kompetensi dasar. Setelah itu, pilihlah KKM terendah sebagai KKM unit pendidikan.

Itulah penjelasan terkait cara menentukan KKM dalam penilaian Kurikulum 2013, jika anda membutuhkan contoh format KKM K13 SD, kami persilahkan untuk membuka tautan halaman berikut ini!

Sekiranya kami cukupkan sampai di sini dulu, untuk informasi tambahan lain akan segera kami update jiga terdapat tambahan info mengnai KKM K13. Semoga membantu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

seven + 9 =

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy