Guru Adalah Penggerak, Tentu Saja Bukan Penghambat !

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah meluncurkan Program Guru Penggerak. Sebagai bagian dari terobosan, Merdeka Belajar jilid kelima. Sebelumnya ada penghapusan Ujian Nasional (UN): Kampus Merdeka; Dana BOS langsung ditransfer ke sekolah dan organisasi penggerak.

Guru Penggerak hadir dengan tenaga kependidikan Pancasilais, kreatif, inovatif, energik, mandiri, dan penyebar kebaikan. Seorang Guru Guru dapat membuat perubahan di lingkungan pendidikannya. Perubahan kualitas. Secara analitis mengajarkan siswa untuk berpikir, menyadari arah masa lalu, dan mencintai Indonesia. Intinya adalah; Guru Guru yang Kompeten.

Sebagai persyaratan dalam sistem pembelajaran di Indonesia, maka: akankah Inisiasi Penggerak Guru ‘meningkatkan’ kesejahteraan Guru? Berapa batasan program Guru Guru? Tidak perlu prioritas? Jawabannya meyakinkannya: tidak ada yang setuju.

Sangat berkorelasi. Penggerak Guru adalah pembangunan karakter. Pada saat yang sama, anggaran guru adalah kebijakan konservasi pusat dan daerah. Itu tidak berarti keberadaan Guru Penggerak, nasib kesejahteraan Guru Guru akan dilupakan. Tidak demikian alur pemikirannya. Soal kehidupan Guru Guru adalah cara untuk membentuk pola kebijakan yang lengkap. Pandangannya: dengan pandangan ekonomi tentang kelayakan hidup.

Apa yang ditargetkan dari kesejahteraan Guru adalah untuk semua staf pengajar. Apakah seorang guru kompeten atau tidak, ia masih harus makmur. Menginginkan Karakter Guru itu baik atau buruk, bahkan layak untuk kesejahteraan. Jadi tidak ada ‘penebangan selektif’ dalam menciptakan kesejahteraan Guru.

Atur skema secara berbeda. Seperti yang disepakati sebelumnya, disepakati secara ekonomi. Jangan dipelintir dengan masalah yang ada. Guru Penggerak tidak lebih penting daripada masalah kesejahteraan Guru. Mereka dianggap sama pentingnya. Yang berbeda adalah strategi tindakan.

Arah Guru Penggerak adalah kompetensi diri individu. Formulasi yang dibuatnya secara alami berbeda dari manifestasi teknis kesejahteraan Guru. Letakkan cara berbeda untuk menciptakan Mobilizer dan kesejahteraan hidup Guru. Tetapi keduanya adalah prioritas. Karena berbagai strategi teknis, itu dapat dilakukan secara bersamaan – jika Anda mau.

Penggerak Guru adalah kebutuhan pendidikan masa depan. Gagasan lama kini direalisasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penggerak Guru. Bukan guru Menghambat kesejahteraan pendidik.

— Ibrahim Malik

Berlangganan
Katulis di Google News
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.