Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak di Rumah

7
Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak
Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak
Advertisement

Katulis.com – Berikut ini model pembelajaran dengan menggunakan metode menumbuhkan minat baca anak di rumah sebagai salah satu cara yang patut dicoba oleh Bapak/Ibu Guru.

Pengertian: Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak di Rumah merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan pentingnya peran serta orangtua dalam proses pembelajaran anak di rumah khususnya membaca sebagai alat bantu proses pembelajaran di sekolah. Dalam metode ini, orangtua menjadi kunci utama, sedangkan guru hanya sebatas sebagai pendamping dan konsultan bagi mereka. Membaca ternyata memiliki pengertian yang beragam.

Menurut pengertian umum, membaca berarti melihat dengan indra (mata atau peraba lain) dan mengucapkannya dengan hati atau lisan. Hal yang paling umum dimengerti untuk dibaca adalah tulisan. Tulisan itu sendiri bentuknya bermacammacam, mulai dari perbedaan sumbernya seperti tulisan Cina, Jepang, Arab, Inggris bahkan kesukuan seperti aksara Jawa dan Lampung. Sementara itu, bila dilihat dari bentuknya juga beragam, mulai dari huruf datar (umum dalam bentuk tulisan tinta) sampai menonjol (braile bagi penyandang tunanetra). Konsep membaca sendiri secara khusus dapat diartikan setidaknya ke dalam tujuh bentuk sebagai berikut.

  1. Membaca yang berarti belajar Pengertian pertama membaca secara khusus adalah belajar. Sebab, dengan membaca, seseorang dapat mengetahui apa yang dibaca mulai dari awal sampai akhir. Dengan membaca, seseorang dapat memperoleh pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahuinya. Dalam hal ini, guru alami yang diperoleh dengan membaca adalah tulisan itu sendiri.
  2. Membaca yang berarti memahami Membaca dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk proses pemahaman terhadap sesuatu. Contoh kalimat: “Setelah membaca situasi dan kondisi yang berkembang dalam masyarakat maka Kapolres Sukamaju menyimpulkan perlu adanya pertemuan damai antara dua kubu yang saling bertikai.” Konsep membaca situasi dan kondisi dalam kalimat tersebut sebagai petunjuk bahwa Kapolres Sukamaju sudah memahami akar persoalan yang muncul sehingga ia menyimpulkan perlu adanya pertemuan damai untuk menghindari pertikaian yang lebih jauh.
  3. Membaca yang berarti meneliti Membaca bisa juga diartikan sebagai suatu bentuk proses penelitian. Contoh kalimat: “Setelah membaca daftar riwayat hidup Anda, tampaknya Anda lebih cocok bekerja sebagai marketing, bukan sebagai staf kantor.” Di sini, kata membaca diartikan sebagai suatu proses penelitian yang dilakukan pimpinan suatu perusahaan untuk menempatkan karyawan baru yang melamar pekerjaan di perusahaannya.
  4. Membaca yang berarti mencari tahu Membaca juga bisa diartikan sebagai suatu proses mencari tahu. Contoh kalimat: “Saya sudah membaca berkali-kali buku itu, tetapi tidak satu pun di antaranya yang membahas teknik cangkok silang.” Konsep membaca di sini sebagai petunjuk bahwa pelaku sudah berusaha mencari tahu tentang teknik cangkok silang dari buku yang diusulkan atau direkomendasikan.
  5. Membaca yang berarti menyelidiki Membaca bisa juga diartikan sebagai suatu proses menyelidiki. Contoh kalimat: “Setelah membaca situasi yang berkembang dalam masyarakat, tampaknya pertikaian kedua kubu sudah mulai mereda.” Konsep membaca dalam kalimat tersebut mengandung arti bahwa si pelaku sudah melakukan penyelidikan mengenai situasi dan kondisi yang terjadi dalam masyarakat sehingga ia berani menyimpulkan bahwa pertikaian sudah mereda.
  6. Membaca yang berarti menelusuri Membaca juga bisa diartikan sebagai suatu proses penelusuran terhadap sesuatu. Contoh kalimat: “Setelah membaca jejak kasus Geng Kapak Merah, tampaknya Mr. X berperan sebagai tokoh intelektual yang memicu terjadinya pertikaian berdarah di beberapa tempat di Jakarta.” Konsep membaca di sini diartikan sebagai suatu usaha penelusuran penyelidik mengenai rentetan peristiwa yang dilakukan oleh Geng Kapak Merah.
  7. Membaca yang berarti melacak Membaca juga bisa diartikan sebagai suatu usaha pelacakan terhadap sesuatu. Contoh kalimat perintah: “Baca baik-baik situasi yang terjadi!” Kata baca dalam kalimat perintah tersebut mengandung arti perintah untuk melacak atau menyelidiki keadaan dan situasi yang terjadi. Sebenarnya masih banyak pengertian lain dari istilah membaca, namun pada intinya semua mengarah pada konsep yang sama, yaitu proses mencari tahu. Perbedaan makna dalam konsep membaca berhubungan dengan objek yang dilekatkan padanya, seperti beberapa contoh yang ditunjukkan tersebut. Dalam konsep pembentukan pengetahuan, membaca adalah langkah awal menuju pemahaman dan imajinasi. Setelah pembentukan pengetahuan selesai, langkah selanjutnya adalah pembentukan imajinasi. Di sinilah unsur kreativitas berperan sangat kuat.

Langkah-Langkah Metode Menumbuhkan Minat Baca dan Keutamaan Membaca

Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak di Rumah adalah salah satu metode pembelajaran yang menerapkan prinsip kerja sama orangtua dengan guru untuk menumbuhkan minat membaca anak di rumah. Tujuannya adalah menambah pengetahuan dan intelektual anak di rumah sebagai faktor pendukung proses pembelajaran di sekolah. Dalam kasus ini, guru dikatakan hampir tidak berperan sama sekali dalam proses pembelajaran siswa. Justru sebaliknya, orangtualah yang menjadi kunci utamanya. Peran guru dalam hal ini hanya sebatas motivator bagi siswa di sekolah sekaligus konsultan dan pendamping orangtua siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Sementara itu, proses belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung sebagaimana biasa. Seperti diketahui, membaca di samping sebagai wahana mengembangkan kreativitas anak juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan anak. Dengan membaca, daya kreativitas anak juga akan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Sebab, selain menambah informasi juga dapat digunakan sebagai penyaluran bakat dan hobi seseorang.

Seperti diketahui, ada sebagian anak yang secara alami memiliki hobi membaca. Bisa jadi anak memang tidak terlalu cerdas, tetapi dia mempunyai hobi membaca. Akibatnya, secara teknis dia memang tidak memiliki hafalan, tetapi memiliki kemampuan metodologi khususnya menalar segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan anak-anak sebayanya. Kemampuan semacam ini cukup langka, tetapi biasanya dapat mengantarkan seseorang ke jenjang kesuksesan hidup.

Mereka dapat mengatasi masalah yang dihadapi dalam hidupnya dengan lebih bijaksana dan mawas diri. Mereka akan menjadi cerdas dan kreatif secara intelektual. Selain itu, mempunyai banyak akal dan selalu bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan kepala dingin.

Itulah kehebatan dari hobi membaca. Hobi membaca sebenarnya dapat ditumbuhkembangkan dalam diri anak jika dimulai sejak dini. Pada dasarnya, anak yang sedang tumbuh dan berkembang memiliki rasa ketertarikan yang tinggi terhadap segala sesuatu yang belum diketahuinya. Kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua untuk menumbuhkan minat membaca anak. Tradisi gemar membaca harus ditumbuhkan sejak dini agar anak terbiasa membaca dan akrab dengan buku bacaan. Anak yang gemar membaca pada umumnya adalah anak-anak yang cerdas dan kreatif.

Mereka tidak mudah menyerah apalagi patah semangat dalam mengerjakan sesuatu. Selain itu, keingintahuan mereka terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi membuatnya tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang tangguh dan berwawasan luas. Bahkan, mereka mudah untuk menerima masukan positif dari orang lain dan kreatif secara intelektual.

8 Tips Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak

Secara khusus, banyak cara yang dapat digunakan oleh orangtua untuk menumbuhkembangkan sikap gemar membaca dalam diri anak. Berikut akan disampaikan beberapa tip khusus untuk menumbuhkan sikap gemar membaca untuk anak-anak di rumah.

1. Perkaya Koleksi Perpustakaan Pribadi

Tip jitu pertama menumbuhkan sikap gemar membaca anak di rumah adalah memperkaya koleksi perpustakaan pribadi. Banyaknya jenis dan tema buku bacaan dalam rumah secara alami dapat memacu tumbuhnya minat baca dalam diri anak. Ketertarikan anak pada sesuatu yang belum diketahuinya akan menjadi suatu motivasi tersendiri baginya untuk membaca buku. Rumah yang memiliki banyak koleksi perpustakaan pribadi dapat membantu tubuh kembang anak menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, orangtua yang memiliki anak yang sedang mengalami masa tumbuh kembang disarankan memperbanyak koleksi buku perpustakaan pribadinya. Banyak tema dan jenis buku bacaan yang bagus dipilih untuk anak-anak kita, mulai dari buku-buku yang singkat dan sederhana sampai bukubuku bacaan akademik. Semua itu akan sangat menunjang pembelajaran dan pendewasaan anak.

2. Beri Contoh dan Teladan Membaca yang Benar

Tip jitu menumbuhkan minat baca anak di rumah berikutnya adalah memberi contoh teladan membaca yang benar. Membaca harus dijadikan sebagai rutinitas sehari-hari oleh semua anggota keluarga. Minimal 1 atau 2 jam sehari. Orangtua dalam hal ini berperan sebagai contoh teladan bagi anak-anaknya. Bila kebiasaan membaca ini telah dibiasakan orangtua, pada periode berikutnya anak akan terbiasa membaca. Orangtua disarankan dan sangat diajurkan untuk memberi contoh dan teladan kebiasaan membaca pada anak-anaknya. Banyak hal yang dapat dipelajari dari membaca, mulai dari mencari tahu informasi dan berita terkini dari media massa seperti koran atau majalah mingguan sampai pada berita dan informasi pengetahuan dan sains teknologi terbaru. Semua itu, bisa diperoleh dengan membaca.

3. Buat Peraturan

Tip berikutnya adalah membuat peraturan wajib belajar dan membaca bagi tiap anggota keluarga minimal 1 atau 2 jam per hari. Peraturan ini sebaiknya diterapkan bagi setiap anggota keluarga, baik ayah atau ibu sebagai contoh teladan yang baik maupun bagi anak-anaknya sebagai bentuk pendisiplinan diri untuk belajar secara rutin. Peraturan ini tentu harus dilengkapi dengan konsekuensikonsekuensi dan sanksi hukum bagi anggota yang melanggar. Meskipun sanksi yang diterapkan masih dalam taraf ringan, sebaiknya bersifat mendidik. Misalnya, membersihkan tempat belajar atau menata kembali mainan atau barang-barang yang berantakan. Bagi orangtua, konsekuensinya dapat berupa membelikan anak-anaknya buku-buku bacaan terbaru atau mengajak mereka jalan-jalan ke perpustakaan -perpustakaan daerah. Peraturan ini juga harus memuat jadwal yang jelas dan tegas. Kapan harus belajar, bermain, menonton TV, tidur/ istirahat ataupun bersantai-santai bersama keluarga. Biasanya, pada awal pelaksanaan peraturan itu akan terasa sangat berat dan melelahkan, tetapi bila tetap berusaha terus dilakukan lama-lama akan terasa ringan. Bahkan, tidak akan terasa sebagai beban yang harus ditanggung.

4. Terapkan Disiplin yang Proporsional

Tip berikutnya adalah menerapkan disiplin yang proporsional . Maksud di sini adalah menerapkan disiplin untuk belajar dan membaca dalam diri anak secara baik dan benar. Pengertian baik bagi anak adalah jika disiplin yang diterapkan tersebut dapat membuatnya menjadi lebih rajin membaca dan belajar secara konsisten tanpa harus diperintah. Dengan demikian, motivasi belajar yang muncul secara alami dari dalam diri anak. Sementara itu, pengertian penerapan disiplin yang benar adalah penerapan disiplin yang disesuaikan dengan kapasitas otak dan kemampuan jasmani-ruhani tumbuh kembang anak. Sebab, anak juga memiliki batas-batas kemampuan belajar, baik dalam hal intelektual maupun psikologis. Oleh karena itu, penerapan disiplin yang benar tidak hanya mengandung prinsip ancaman dan hukuman, tetapi juga hadiah dan penghargaan. Jika memang anak perlu mendapat hukuman, berilah hukuman yang mendidik bagi anak. Hukuman tersebut tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan, namun harus disesuaikan dengan kemampuan anak dan begitu pula sebaliknya. Jika memang anak telah belajar secara maksimal sesuai batas-batas kemampuannya, berilah mereka hadiah dan penghargaan yang sesuai dengan perjuangan mereka. Hal ini tidak berlebihan karena anak juga memerlukan penghargaan. Sebab, mereka juga ingin mendapat perhatian lebih atas apa yang telah dilakukannya. Cara seperti ini dapat membuat anak menjadi semakin giat membaca dan semangat belajar. Konsep proporsionalbagi setiap anak memang berbeda beda dan yang paling tahu hal itu adalah orangtua mereka sendiri.

5. Sediakan Objek Bacaan yang Menarik Perhatian

Tip jitu menumbuhkan minat baca anak di rumah yang kelima adalah menyediakan atau menciptakan objek bacaan yang menarik perhatian. Objek bacaan yang menarik perhatian adalah objek bacaan yang dapat membuat anak senang atau tertarik membacanya. Adapun ciri-ciri buku yang dapat menarik perhatian anak antara lain sebagai berikut. 1. Memiliki cover cantik dan berwarna-warni. 2. Isi buku dilengkapi dengan gambar dan foto ilustrasi penunjang. 3. Menggunakan tata bahasa yang singkat, jelas, dan mudah dipahami anak. 4. Sesuai dengan tingkat nalar dan pemikiran anak. 5. Buku tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. 6. Format tulisan proporsional , tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Anak biasanya sangat menyukai buku yang memiliki ciri-ciri seperti itu. Mereka tidak suka pada buku yang berpenampilan buruk. Hal pertama yang dilihat anak biasanya adalah gambar sampul buku. Mereka biasanya suka pada sampul yang memiliki gambar berwarna-warni, terutama gambargambar kartun atau animasi yang telah dikenalnya. Hal berikutnya yang menjadi perhatian anak adalah gambar atau ilustrasi penunjang dalam buku yang dibaca. Gambar atau ilustrasi foto penunjang di samping menumbuhkan rasa ingin tahu anak juga dapat memberi cerita dan informasi sendiri yang berbeda bagi anak. Sebuah gambar bagi anak seperti bisa memberi cerita lebih banyak dibandingkan sederetan tulisan. Itulah keunikan buku yang dilengkapi dengan gambar atau ilustrasi penunjang.

6. Anak Diminta Membaca dengan Suara Keras

Tip jitu menumbuhkan minat membaca anak berikutnya adalah meminta anak untuk membaca buku dengan suara keras. Para ahli merekomendasikan bahwa anak untuk membaca dengan suara keras kurang lebih 30 menit sehari. Membaca dengan suara keras di samping memperkuat hafalan dan ingatan seseorang atas apa yang dibaca juga dapat menumbuhkan kesenangan psikologis tersendiri.

7. Ciptakan Suasana Rumah yang Penuh dengan Bahan Bacaan

Sebisa mungkin ciptakan suasana rumah yang penuh dengan bahan bacaan. Jika memang perlu, tiap sudut dan bahkan tiap sisi kamar tersedia bahan bacaan. Atur sedemikian rupa supaya terlihat cantik dan elegan. Bahan bacaan ini bisa berupa buku, majalah, tabloid , jurnal , gambar ataupun tempelan dinding yang bersifat mendidik bagi anak. Usahakan buku bacaan yang disediakan sesuai dengan usia anak. Termasuk juga buku bacaan yang bisa menarik minat baca anak. Khusus untuk gambar atau tempelan dinding bisa menyesuaikan dengan rumus atau poin-poin penting mata pelajaran yang sedang dipelajari anak di sekolah. Setelah tiba waktunya ia naik kelas, gambar dan tempelan dinding ini dapat diubah kembali sesuai tema mata pelajaran terbaru anak. Ajak anak untuk ikut serta mengubah atau menata kembali gambar atau tempelan dinding tersebut. Hal ini biasanya anak akan merasa suka dan bersemangat.

8. Terapkan Model Belajar Membaca dan Menulis Tip jitu yang kedelapan adalah menerapkan model belajar membaca dan menulis. Maksudnya, di samping anak belajar membaca, anak juga diajarkan untuk menulisnya kembali ke dalam buku tulis atau papan white board (papan tulis putih). Cara seperti ini terbukti dapat membuat anak belajar membaca dan menulis lebih cepat dari biasanya.

Pada saat anak belajar membaca, cobalah untuk memintanya menulis kembali apa yang dibaca ke buku tulis. Meskipun hanya satu atau dua kata, itu akan sangat membekas dalam ingatannya. Oleh karena itu, sediakan alat tulis bagi anak pada saat ia belajar membaca. Ajak dan bimbinglah ia untuk menulisnya kembali dalam bentuk huruf atau angka di buku tulis. Cara lain model membaca dan menulis ini adalah membiarkan anak melihat bagaimana kita membaca buku bacaan dan membiarkan anak melihat kita waktu menulis. Jika perlu, ajaklah ia untuk ikut serta.

9. Berikan Kebebasan Berekspresi pada Anak

Tip jitu berikutnya adalah memberi kebebasan anak untuk berekspresi membaca atau menulis apa saja termasuk membaca dan menulis menggunakan bahasa keluarga. Biarkan anak menulis apa saja tentang keluarga dengan menggunakan bahasa mereka sendiri dan biarkan anak membaca atau melakukannya. Sebab, bahasa anak bermacam-macam, baik bahasa yang berbentuk gambar, tulisan, kata-kata atau ekspresi khusus seperti menari atau melakukan gerakan tertentu yang disukai anak. Oleh karena itu, sebagai orangtua kita harus berusaha memahami perilaku anak semacam itu.

10. Gunakan Setiap Kesempatan Belajar yang Ada Tip jitu menumbuhkan minat membaca anak berikutnya adalah menggunakan setiap kesempatan belajar membaca yang ada. Seperti diketahui, semangat anak untuk belajar membaca tidak selalu ada setiap waktu, kadang naik dan kadang turun. Pada suatu waktu, anak sangat bersemangat belajar dan pada lain waktu justru sebaliknya, sangat malas. Oleh sebab itu, orangtua harus selalu berusaha memanfaatkan kesempatan belajar yang ada. Ketika anak sedang bersemangat untuk belajar, ajak dan dukunglah ia untuk belajar secara optimal.

Hilangkan rasa malas dalam diri sendiri agar kesempatan belajar anak tidak hilang begitu saja. Dalam kondisi apa pun, usahakan agar mendahulukan kepentingan belajar anak ketika waktunya tiba. Contohnya, pada waktu ibu memasak karena mempraktikkan menu masakan, ajak anak untuk membaca resep masakan bersama-sama. Bisa juga ketika ayah sedang membaca koran, ternyata anak juga tertarik untuk ikut membaca. Pada saat seperti itu, jangan sia-siakan kesempatan belajar untuk anak.

11. Sering-seringlah Mengajak Anak Mengunjungi Perpustakaan

Tip jitu menumbuhkan minat belajar membaca yang terakhir adalah sering-sering mengajak anak ke perpustakaan atau taman bacaan dan biarkan mereka memilih buku sesuai kesukaannya. Kenalkan anak-anak dengan buku-buku karangan pengarang terkenal favorit anak atau buku bacaan yang khusus diperuntukkan bagi anak.

Di perpustakaandaerah, perpustakaan sekolah atau taman bacaanbiasanya buku-buku semacam ini banyak ditemui sehingga anak tinggal memilih buku yang disukainya. Setiap kali memilih buku, ajaklah berdiskusi tentang buku yang ingin dibacanya. Jika anak tertarik dengan buku bacaan bagi orang dewasa itu sah dan boleh-boleh saja selama tidak berbau pornografi . Jika anak sudah mengarah pada buku-buku semacam itu, bimbing dan ajaklah ia berdiskusi mengenai hal lain yang dapat mengalihkan perhatian anak.

Kelemahan Metode Menumbuhkan Minat Baca Anak:

  1. Bersifat teoretis.
  2. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai pada konsep pemahaman.
  3. Membutuhkan biaya dan tenaga tambahan untuk menyediakan bahan bacaan yang sesuai untuk anak.
  4. Perlu dilakukan berulang-ulang.

Jangan Lewatkan beberapa model pembelajaran lainnya:

Nah, itulah Metode Menumbuhkan Minat Baca anak yang bisa Bapak/Ibu coba lakukan sebagai salah satu upaya dalam melaksanakan model pembelajaran. Mudah-mudahan informasi ini cukup bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 1 =